Selasa, 25 Desember 2012

Media Pembelajaran



PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI TENTANG PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF BUATAN PADA TUMBUHAN DI SDN KEDUNGSOKO
 


  
MATA KULIAH                :    PENELITIAN TINDAKAN KELAS
NAMA                                 :    GUNTORO
NIM                                     :    201010480321030
PROGRAM STUDI            :    S1 PGSD AKSELERASI PROGRAM
                                                  GURU DALAM JABATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN
2012



I.          Pendahuluan
A.       Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu pelajaran yang penting yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, IPA merupakan program yang bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan YME.
Pengajaran IPA merupakan pengajaran yang banyak memberikan latihan dalam mengembangkan cara berfikir yang sehat dan rasional. Oleh karena itu, pengajaran IPA harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan motivatif agar siswa dapat berlatih berfikir kritis dalam mengembangkan daya cipta dan minat siswa secara dini kepada alam sekitarnya.
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran.Jika guru mampu menguasainya, maka guru akan dengan mudah membangkitkan motivasi siswa yang berakibat pada keinginan siswa dalam belajar. Guru juga akan dengan mudah membimbing dan mengarahkan siswa sekaligus menggali potensi, bakat dan minat siswa dalam belajar dan sekaligus akan meningkatkan kemampuan siswa.
Selain itu, ketepatan dalam memilih model pembelajaran dengan kebutuhan siswa, materi dan tujuan pembelajaran bukan saja dapat memudahkan dan mengefektifkan proses pembelajaran tetapi juga dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.
Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas VI SDN Kedungsoko, Pengajaran IPA pada kompetensi dasar mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan dengan menggunakan metode ceramah masih belum memperoleh hasil yang maksimal. Banyak siswa yang belum memahami materi.Akibatnya, nilai yang diperolehpun masih rendah.
Kemungkinan penyebab rendahnya pemahaman siswa tersebut antara lain adalah:
1.    Guru dalam proses pembelajaran kurang melibatkan siswa secara aktif.
2.    Metode yang digunakan oleh guru kurang sesuai.
3.    Siswa hanya menghafal materi yang diberikan oleh guru tanpa memahami konsep secara jelas.
4.    Tidak ada variasi dalam mengajar karena model pembelajaran yang digunakan tidak variatif

Permasalahan-permasalahan tersebut perlu diatasi agar kemampuan pemahaman siswa utamanya tentang perkembangbiakan buatan pada tumbuhan dapat ditingkatkan. Untuk itu diperlukan cara-cara sebagai berikut :
1.   Dalam proses pembelajaran hendaknya guru melibatkan siswa secara aktif
2.   Menggunakan metode yang sesuai.
3.   Mengupayakan siswa agar tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memahami konsep secara kritis
4.   Menggunakan model pembelajaran yang variatif tetapi sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran
Dari uraian tersebut, maka penggunaan model pembelajaran langsung sangat sesuai digunakan pada pelajaran IPA kelas VI SDN Kedungsoko   tentang perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan.
Adapun alasan pemilihan model pembelajaran ini karena Model Pembelajaran Langsung( Model Direct Intruction ) merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah ( Kardi dan Nur, 2000a: 2 ). Arends (2001:264) juga mengatakan hal yang sama yaitu:“ A teaching model that is aimed at helping students learn basic skills and knowledge that can be taught in a step by step fashion.for our purpose here, the model is labeled the direct instruction model“
Apabila guru menggunakan pembelajaran ini, guru mempunyai tanggung jawab untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran dan tanggung jawab yang besar terhadap penstrukturan isi / materi atau keterampilan, menjelaskan kepada siswa, pemodelan/mendemonstrasikan yang dikombinasikan dengna latihan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep atau keterampilan yang telah dipelajari serta memberikan umpan balik.
Model Pembelajaran langsung dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik, yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Hal yang sama dikemukakan oleh Arends (1997:66) bahwa:“The direct instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a step-by-step fashion.“
Lebih lanjut Arends(2001:265) menyatakan bahwa:“Direct instruction is a teacher-centered model that has five steps : establishing set, explanation and/or demonstration, guided practice, feedback, and extended practice. A direct instruction lesson requires careful orchestration by the teacher and a learning environment that business like and task-oriented.“
Kardi dan Nur (2000a : 27 ) juga menyatakan hal yang sama yaitu:“Suatu pelajaran dengan model pengajaran langsung berjalan melalui lima fase: (1)penjelasan tentang tujuan dan mempersiapkan siswa, (2) pemahaman/presentasi materi ajar yang akan diajarkan atau demonstrasi tentang keterampilan tertentu, (3 ) memberikan latihan terbimbing, (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, (5) memberikan latihan mandiri.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.  Bagaimanakah aktivitas siswa SDN Kedungsoko   saat pembelajaran IPA pada materi perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran langsung?
2.  Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kedungsoko   pada mata pelajaran IPA tentang perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran langsung?
C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk :
1.  Mengetahui aktivitas siswa SDN Kedungsoko   saat pembelajaran IPA pada materi perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran langsung
2.  Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kedungsoko   pada mata pelajaran IPA tentang perkembangbiakan  vegetatif buatan pada tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran langsung
D.    Manfaat
Dengan dilaksanakannya penelitian ini, dapat memberikan manfaat yaitu:
1.         Bagi siswa
a.       Dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar khususnya dalam pelajaran IPA
b.      Dapat menciptakan rasa senang pada pelajaran IPA untuk membantu meningkatkan prestasinya
2.         Bagi guru
a.       Dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran khususnya pelajaran IPA
b.      Dapat menambah wawasan guru tentang pemilihan model pembelajaran dan mengaplikasikannya dalam berbagai materi
Menambah keterampilan guru dalam mengajar yang bervariasi serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan pengalaman belajar siswa
E.   Definisi Kata
Model Pembelajaran Langsung adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada guru namun tetap mengaktifkan siswa. Model pembelajaran langsung mempunyai lima langkah yaitu menyiapkan siswa menerima pelajaran, demonstrasi, pelatihan terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjut (mandiri).



II.   Kajian Pustaka
A.Model Pembelajaran Langsung
1. Pengertian Model Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1) transformasi dan ketrampilan secara langsung; (2) pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; (3) materi pembelajaran yang telah terstuktur; (4) lingkungan belajar yang telah terstruktur; dan (5) distruktur oleh guru. Guru berperan sebagai penyampai informasi, dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, misalnya film, tape recorder,  gambar,  peragaan, dan sebaganya.
 Informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan prosedural (yaitu pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau pengetahuan deklaratif, (yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi). Kritik terhadap penggunaan model ini antara lain bahwa model ini tidak dapat digunakan setiap waktu dan tidak untuk semua tujuan pembelajaran dan semua siswa.
2. Tahapan Model Pembelajaran Langsung
Tahapan atau sintaks model pembelajaran langsung menurut Bruce dan Weil (1996), sebagai berikut:
a.       Orientasi
Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, akan sangat menolong siswa jika guru memberikan kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk orientasi dapat berupa: (1) kegiatan pendahuluan untuk mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa; (2) mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran; (3) memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan; (4) menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran; dan(5) menginformasikan kerangka pelajaran.
b.      Presentasi
Pada fase ini guru dapat menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa: (1) penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek;(2) pemberian contoh-contoh konsep; (3) pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas; dan (4) menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.
c.       Latihan terstruktur
Pada fase ini guru memandu siswa untuk melakukan latihan-latihan. Peran guru yang penting dalam fase ini adalah memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi respon siswa yang salah.
d.      Latihan terbimbing
Pada fase ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan terbimbing ini baik juga digunakan oleh guru untuk mengases/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.

e.       Latihan mandiri
Pada fase ini siswa melakukan kegiatan latihan secara mandiri, fase ini dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan latihan.

Di lain pihak, Slavin (2003) mengemukakan tujuh langkah dalam sintaks pembelajaran langsung, yaitu sebagai berikut.
a.       Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal-hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapkan.
b.      Me-review pengetahuan dan keterampilan prasyarat. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa.
c.       Menyampaikan materi pelajaran. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh, mendemontrasikan konsep dan sebagainya.
d.      Melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.
e.       Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu atau kelompok.
f.       Menilai kinerja siswa dan memberikan umpan balik. Guru memberikan reviu terhadap hal-hal yang telah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang benar dan mengulang keterampilan jika diperlukan.
g.      Memberikan latihan mandiri. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.



III.       Metode Penelitian
A.    Subyek Penelitian
1.      Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VI SDN Kedungsoko   dengan jumlah siswa sebanyak 28 yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan.Penelitian dilaksanakan pada mata pelajaran IPA semester III dengan materi perkembangbiakan vegetative buatan pada tumbuhan.
2.      Waktu
Waktu yang diperlukan untuk melakukan penelitian ini adalah 2 siklus dengan jadwal sebagai berikut:
No
Hari/Tanggal
Waktu
Kegiatan yang dilaksanakan
Siklus
1
Senin
19  Januari 2013
06.30-07.40 WIB
Peningkatan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kedungsoko   tentang perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran langsung 
I
2
Sabtu
24  Januari 2013
11.00-12.10 WIB
Peningkatan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kedungsoko   tentang perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran langsung 
II

B.     Deskripsi Persiklus
Prosedur penelitian dalam siklus pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan alur pokok yang sudah dirancang. Proses penulisan laporan disusun berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang perbaikan pembelajaran, selama pelaksanaan penelitian observasi, dan diskusi dengan Ibu Rini Lestari, selaku teman sejawat yang sangat membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilakukan dalam dua siklus penelitian tindakan kelas dan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
1.   Refleksi awal
2.   Perencanaan tindakan
3.   Pelaksanaan tindakan dan observasi
4.   Refleksi untuk perbaikan selanjutnya
Dari uraian di atas dapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut :

Bagan Alur Penelitian Tindakan Kelas



1.              
1.  Siklus
a.       Rencana Perbaikan Pembelajaran
Rencana perbaikan pada siklus I dilaksanakan pada minggu ketiga (tanggal 19  Januari 2013). Dalam melakukan penelitian, guru menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran I (Siklus I) dengan kompetensi dasar mengidentifikasi cara perkembangbiakan  tumbuhan dan hewan
Tujuan yang ingin dicapai adalah agar siswa mampu mengidentifikasi cara perkembangbiakan vegetative buatan pada tumbuhan sekaligus dapat mendemonstrasikannya. Materi pokok yang akan diajarkan adalah jenis perkembangbiakan tumbuhan. Dalam penelitian ini digunakan model pembelajaran langsung. Sumber bahan yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran IPA kelas VI,Buku  IPA kelas VI BSE dan Lembar Kerja Siswa.
Kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung dengan metode Tanya Jawab, Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, dan Pemberian Tugas dengan langkah-langkah pembelajaran : mengadakan apersepsi sebagai kegiatan awal selama 10 menit, dilanjutkan dengan kegiatan inti selama 50 menit, dan kegiatan akhir 10 menit yang digunakan untuk evaluasi, menyimpulkan materi, dan penguatan serta melanjutkan dengan memberikan Pekerjaan Rumah (PR). Sedangkan alat evaluasi yang digunakan adalah tes tulis berupa soal (terlampir). Sedangkan tes dalam proses digunakan untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam melaksanakan kinerjanya dan memberi tanggapan.

b.      Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
Berdasarkan hasil pembelajaran, maka ditemukan masalah sehingga dapat dilaksanakan perbaikan pembelajaran. Tujuan dari Perbaikan Pembelajaran ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Kedungsoko   tentang perkembangbiakan vegetative buatan pada tumbuhan. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, guru dibantu oleh teman sejawat yang bertugas mengamati dan mengumpulkan data selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan dengan alur sebagai berikut :
Ø  Merencanakan, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan skenario tindakan termasuk bahan pelajaran, tugas atau lembar kerja siswa (LKS), dan menyiapkan alat bantu.
Ø  Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran
Ø  Guru bersama teman sejawat mengamati sampai sejauh mana tingkat keberhasilan siswa.
Ø  Guru dengan sadar menyadari kekurangan dan kelemahan pada saat melaksanakan pembelajaran (refleksi)
Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I masih menunjukkan peningkatan yang belum maksimal. Untuk itu dilakukan kembali perbaikan pembelajaran pada siklus II. 
c.       Pengumpulan Data
Dalam tahap ini peneliti dibantu oleh teman sejawat.
Hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah :
a.       Mengamati dan mencatat semua gejala yang muncul baik yang mendukung mendukung maupun yang menghambat dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran perkembangbiakan vegetative buatan pada tumbuhan dengan model pembelajaran langsung.
b.      Mencatat atau menuangkan gejala tersebut dalam lembar observasi berupa catatan check list.
c.       Menyeleksi data yang diperlukan dalam penelitian. Data yang diperlukan peneliti yakni :
Ø  Lembar pengamatan kegiatan guru
Data digunakan untuk mengukur kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran  langsung.
Ø  Lembar pengamatan kegiatan siswa
Data digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung.
Ø  Lembar tes tertulis
Data ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebagai standar untuk mengukur kemampuan dan ketuntasan belajar siswa dalam menguasai materi perkembangbiakan vegetative buatan pada tumbuhan.
Ø  Lembar kerja siswa
Data ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai materi perkembangbiakan vegetative buatan pada tumbuhan.

b.      Tahap Refleksi   
Refleksi dilakukan setelah pelaksanaan tindakan berakhir. Data temuan baik berupa hasil observasi maupun evaluasi hasil selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung kemudian dianalisis.
Hasil analisis data ini selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan tindakan pada siklus berikutnya. Jika hasil sesuai dengan tujuan maka siklus selanjutnya hanya merupakan bentuk pemantapan tindakan yang dilaksanakan. Jika hasilnya belum sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, tindakan siklus selanjutnya perlu dilaksanakan


C.   Jadwal Kegiatan
Kegiatan Penelitian ini akan dilaksanakan dengan langkah dan dalam rentang waktu 1 bulan (kecuali tahap persiapan) dengan jadwal kegiatan seperti pada tabel 3 berikut ini :
Tabel 2. Jadwal Kegiatan
No

Kegiatan
                                Bulan/Tahun 2012 - 2013
Desember
Januari
1
Tahap Persiapan 






a. Studi eksplorasi






b. Identifikasi & Rumusan Masalah






c. Penyusunan instrumen Penelitian






2
Siklus I






a. Perencanaan






b.Tindakan & Observasi






c. Analisis & Refleksi






3
Siklus II






a. Perencanaan






b.Tindakan & Observasi






c. Analisis & Refleksi






4
Tahap Penyelesaian






a. Penyusunan Draf
    Laporan






b. Perbaikan Draf
    Laporan






c. Laporan Akhir









DAFTAR PUSTAKA

Andayani, dkk. 2009. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka
Arends,Richard I.2001.Exploring Teaching: An Introduction to Education. New York: Mc Grae Hill Companies,Inc
Arends,Richard I.2001.Learning To Teach. New York: Mc Graw Hill Companies,Inc.
Arikunto, S. 1999. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta
BSNP.2008.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar. Jakarta:    Departemen Pendidikan Nasional.
Depdiknas. 2008. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Dasar dan Menengah
Kardi,S. dan Nur M.2000a.Pengajaran Langsung.Surabaya: Universitas Negeri Surabaya University Press
Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian. Surabaya : SIC
Rositawaty,S. dan Aris Muharam.2008.Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 6 Untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Wardani, I.G.A.K, dkk.2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar